Wapres JK Sebut Dakwah Konten Televisi Sangat Penting


DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, dakwah melalui media, terutama media televisi sangat penting dan perlu dilakukan oleh umat Islam. Dampaknya yang luas menjadi faktor strategis bagi syiar Islam.

Demikian dikatakan Wapres JK yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), saat menerima jajaran pengurus DMI, Selasa (5/1). Hadir dalam kesempatan itu, Waketum KH Masdar Mas’udi, Sekjend H Imam Addaruquthni, Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi Umat yang juga Dirut PTPN 6, Iskandar Sulaeman, dan Sekretaris Kominfo, Kerjasama Antar Lembaga dan Hubungan Luar Negeri, Hery Sucipto. Sementara Wapres didampingi Setwapres Muhammad Oemar, dan Staf Khusus Wapres yang juga salah seorang Sekretaris PP DMI, H. Syahrul Udjud.

“Jaman sekarang, dakwah paling efektif ya melalui media televisi. Bayangkan sekali ceramah di televisi ditonton puluhan juta orang. Ini dampaknya besar sekali,” papar Wapres JK.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu melanjutkan, kalau dakwah masih dilakukan secara manual, ceramah face to face, maka sasarannya juga akan sedikit. Sebatas mereka yang datang dan mendengarkan, katanya.

“Dakwah seperti itu tetap diperlukan. Tapi nilai urgensinya akan lebih baik dan massif jika dilakukan melalui media televisi. Apalagi jumlah muslim kita ini kan yang terbesar di dunia, maka cara dakwah pun harus disesuaikan dan dilakukan dengan cara yang cerdas,” jelas Wapres.

Untuk itu, Wapres JK meminta kalangan ormas-ormas Islam, termasuk DMI, untuk bekerjasama dengan stasiun televisi. Menurut JK, umat Islam tidak memiliki media televisi, maka jalan satu-satunya harus bekerjasama dengan stasiun televisi.

“Kita kan tidak punya televisi, sementara non-muslim punya beberapa stasiun televisi. Sementara kalau kita blocking time atau beli space untuk kita pakai sendiri, jelas mahal. Jalan satu-satunya paling efektif ya membuat konten dakwah yang dikerjasamakan dengan pihak televisi. Ini relatih lebih murah dan efektif,” papar JK.

Dengan demikian, lanjut JK, diharapkan materi dakwah dapat dikemas sedemikian rupa, memuat ajaran-ajaran dan prinsip Islam yang meneduhkan dan moderat, serta mencerahkan.

Ia berharap pembuatan konten dakwah ini dapat dilakukan kalangan ormas Islam, disyiarkan melalui media televisi maupun internet (online). Dakwah, lanjutnya, harus disesuaikan dengan kemajuan zaman, termasuk mengemasnya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti teknologi aplikasi media. (Hery S)



Source link : Dewan Masjid Indonesia

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 191
  • 561
  • 8.138
  • 41.546
  • 502.300
  • 1.260.336
  • 26