Selain Sehat dan Bugar, Aparatur Kemenag Harus Waras

Selain Sehat dan Bugar, Aparatur Kemenag Harus Waras



Jakarta (Pinmas) —- Pepatah mengatakan bahwa akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat. Karenanya, kesehatan dan kebugaran menjadi hal penting. Namun demikian, aparatur Kemenag tidak cukup sehat dan bugar, tetapi juga harus waras.

“Kalau ada ungkapan al ‘aqlus salim fil jismis salim bahwa akal yang sehat itu hanya bisa dibangun oleh raga atau fisik yang sehat, saya ingin menambahkan, annafsus salim fil aqlissalim wa fil jismis salim. Jadi jiwa yang waras itu pun juga diperlukan oleh pikiran yang sehat dan raga yang sehat,” demikian pesan Menag Lukman Hakim Saifuddin di hadapan keluarga besar Kementerian Agama usaia mengikuti senam massal menandai pembukaan rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Amal Bhakti yang ke-70 di halaman kantor Kemenag, Jumat (18/12) pagi.

Kementerian Agama akan merayakan HAB-nya yang ke-70 pada tahun 2016. Rangkaian kegiatan perayaan HAB dimulai hari ini, ditandai dengan pelepasan balon dan 70 burung merpati oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ibu Menag Trisna Willy Lukman Hakim, serta para pejabat dan keluarga besar Kementerian Agama.

Menurut Menag, 70 tahun adalah usia yang tidak muda. Untuk itu, Menag berharap seluruh keluarga besar Kementerian Agama bisa memaknai dan mensyukurinya dengan tetap mampu menjaga dan memelihara warisan para pendahulu. Sebab, Kemenag pada hakikatnya adalah warisan pendahulu. “Tidak hanya menjaga dan memelihara, kita dituntut mengembangkan. Oleh karenanya diperlukan fondasi dasar nilai-nilai yang kita kenal dengan lima nilai budaya kerja,” tegasnya.

Pada peringatan HAB ke-69 Tahun 2015, Menag telah mencanangkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu: integritas, profesionalitas, inovatif, tanggung jawab, dan keteladanan. “Di usianya yang ke 70 tahun ini, Kemenag tidak boleh lebih buruk dari masa-masa yang lalu. semua kita harus berupaya agar Kemenag lebih baik dari masa sekarang dan masa lalu kita,” katanya lagi.

Di hadapan ratusan aparaturnya, Menag kembali mengingatkan tentang kata agama pada Kementerian Agama. Menurutnya,  kata agama membawa konsekuensi luar biasa bagi seluruh aparatur untuk bisa berkinerja dengan baik. “Karenanya, sehat, alhamdulillah. Bugar, alhamdulillah. Tapi juga jangan lupa bahwa waras itu juga penting,” tandasnya.

Menag juga menyampaikan terima kasihnya  kepada mitra perbankan yang selama ini telah bekerjasama dengan Kemenag. Ada sepuluh perbankan syariah yang menjadi mitra Kementerian Agama, yaitu: Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Muamalat, CIMB Niaga Syariah, Permata Bank Syariah, BTN Syariah, Panin Bank Syariah, Bank DKI Syariah, dan Bank Mega Syariah.

Mengakhiri sambutannya, Menag  mengajak aparatur Kemenag  untuk meneriakkan yel-yel lima nilai budaya kerja agar tidak hanya dihafal, tapi terjadi proses internalisasi  dan dapat mengejawantah dalam kegiatan keseharian aparatur Kemenag. (mkd/mkd) 



Source link : Kementerian Agama RI

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 548
  • 1.455
  • 5.497
  • 36.535
  • 505.590
  • 1.263.626
  • 73