Ribuan Umat Kristiani Hadiri Perayaan Natal Nasional di Kupang

Ribuan Umat Kristiani Hadiri Perayaan Natal Nasional di Kupang


Kupang (Pinmas) – Ribuan umat Kristiani siang ini berkumpul di alun-alun rumah jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur. Mereka bersama-sama secara khidmat melantunkan kidung pujian dalam proses ibadah yang berlangsung sejak pukul 11.00 WITA.

Di lapangan yang berada tepat di depan rumah dinas Gubernur, beberapa tenda sudah disiapakn sebagai tempat teduh umat Kristiani menjalankan proses ibadah mereka. Gema kidung pujian terus dilantunkan dengan penuh khidmat dan semanagat, meski udara cukup panas dan menyengat. 

Proses Perayaan Natal Nasional dijadwalkan akan dimulai pada pukul 14.00 WITA. Sejumlah Menteri Kabinet Kerja sudah tampak hadir, antara lain: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo beserta ibu dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga hadir beserta ibu, serta Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Menag mendarat di Bandara El Tari Kupang tepat pukul 12.40 WITA. Dari Bandara, Menag langsung menuju ruang transit di Rumah Jabatan Gubernur NTT. “Menag dijadwalkan akan menyambut kehadiran Presiden di Rumah Jabatan Gubernur NTT pukul 13.30 WITA,” demikian penjelasan Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marselinus  saat ditemui di ruang VIP Bandara El Tari Kupang, Senin (28/12).

Selain menghadiri Natal nasional, Menag juga dijadwalkan akan memberikan pembinaan kepada aparatur Kanwil Kemenag NTT pada senin malam.

natal kupangnatal kupangnatal kupang

Pesan Natal Nasional tahun ini mengangkat tema “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah”.  Sebelumnya, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam jumpa pers usai misa Natal di Gereja Katedral, Jl Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (25/10) mengatakan pesan ini mengusung 4 pesan. Pertama hidup di tengah keluarga masing-masing yakni menjadikan keluarga sebagai sekolah kemanusiaan yang utama dan pertama. Selain sekolah kemanusiaan juga sekolah iman.

“Walaupun berbeda-beda dalam satu keluarga kita harus mengembangkan iman di keluarga kita,” ucap Suharyo.

Kedua, hidup bersama sebagai sebuah bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam dengan latar belakang suku agama, budaya yang berbeda beda. Leluhur bangsa Indonesia telah membuat sumpah satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, bukan satu agama. Untuk itu, menjadi keharusan bagi segenap rakyat Indonesia untuk membangun bersama negeri ini  agar ke depannya semakin siap untuk berdampingan dengan saudara yang berbeda bangsa.

Ketiga, kembangkan semangat ugahari (kesahajaan). Menurut Suharyo, semangat Ugahari mengharuskan sikap rela berbagi agar jurang antara si kaya dan si miskin bisa diperkecil. Pesan keempat untuk umat manusia yang tinggal di satu bumi. Dikatakan Suharyo, kondisi bumi yang semakin rusak dan tidak teratur menuntut manusia untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga keutuhannya. (mkd/mkd)



Source link : Kementerian Agama RI

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 149
  • 429
  • 3.278
  • 24.670
  • 502.285
  • 1.282.799
  • 25