Pesan Natal Menag, Kita Semua Satu Keluarga

Pesan Natal Menag, Kita Semua Satu Keluarga



Kupang (Pinmas) —- Perayaan Natal Nasional yang diselenggarakan di Kupang mengambil tema “Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah”. Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa keluarga mempunyai makna luas.

Keluarga menurut Menag tidak hanya bermakna hubungan ayah, ibu dan anak. Lebih dari itu, keluarga bisa dipahami dalam pengertian seiman, sebangsa, dan sesama manusia.  “Keluarga bermakna luas, dalam makna satu iman dan satu bangsa. Bahkan,  setiap manusia pada hakikatnya adalah bagian dari satu keluarga besar, yaitu keluarga kemanusiaan,” terang Menag saat memberikan sambutan pada Pembinaan Keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kanwil Kemenag NTT di Kupang, Senin (28/12) malam.

Hadir  dalam kesempatan ini, Dirjen Bimas Katolik dan para pejabat eselon II Bimas Katolik, Dirjen Bimas Kristen dan para pejabat eselon II Bimas Kristen, Ketua STAKN Kupang dan Manado, FKUB Provinsi NTT, para Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-NTT, serta ratusan  ASN Kanwil Kemenag NTT.

“Kalaulah kita tidak sama dalam keimanan, kita disatukan dalam kebangsaan. Kalau berbeda kebangsaan, hakikatnya kita satu keluarga besar juga, yaitu keluarga umat manusia,” tegas Menag.

Menag berharap Umat Kristiani bisa memaknai  tema Natal tahun ini sehingga  bisa membawa perubahan yang mewujud dalam konteks keluarga dan lingkungan. Kepada umat Kristiani di Kupang dan seluruh Indonesia, Menag mengucapkan selamat  Natal  dan tahun baru. “Mudah-mudahan Natal dan tahun baru ini memberikan sesuatu yang bermakna, tidak hanya bagi kehidupan pribadi tapi juga masyarakat sekitar kita,” jelas Menag.

Anugerah

Di hadapan ASN Kanwil NTT, Menag menegaskan bahwa menjadi bagian dari aparatur Kemenag merupakan sebuah anugerah dan kemuliaan. Sebab, lanjut Menag, sebagai keluarga Kemenag, para aparatur berarti dipercaya untuk menjalankan fungsi yang sangat mulia. “Bagaimana agar nilai-nilai agama tetap terjaga di Republik ini, di tengah-tengah keragaman. Betapa mulia dan terhormatnya kita,” tutur Menag. 

Karena negara telah memberikan kepercayaan untuk menjadi bagian keluarga Kemenag, maka menurut Menag tidak ada pilihan lain  bagi aparaturnya kecuali  menjaga kepercayaan ini dengan baik. “Itulah kenapa kita menerapkan lima nilai budaya kerja yang diharapkan menjadi jiwa dan ruh setiap kita agar kepercayaan bisa betul-betul dijalankan dengan baik,” terang Menag.

Sejak awal 2014, Menag telah melauncing lima nilai budaya kerja, yaitu: integritas, profesionalitas, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan. Menag berharap  lima nilai ini selalu ada dalam setiap diri ASN Kemenag sehingga kementerian yang bermotto Ikhlas Beramal ini bisa terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. 

Dikatakan Menag, kepercayaan menjadi aparatur Kemenag itu sangat mulia. Namun demikian, harus disadari bahwa ASN tidak selamanya akan berada di Kemenag. Karenanya, Menag mengajak  aparaturnya agar bisa meninggalkan hal baik di Kementerian Agama. 

“Bagaimana saat meninggalkan Kemenag, kita tinggalkan dalam keadaan yang jauh lebih baik dibanding ketika awal masuk. Atau setidaknya tidak lebih buruk ketika awal masuk. Tanggung kawab menjadi penting agar semua kita bekerja on the track sesuai aturan yang berlaku,” tandas Mena. 

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marselinus melaporkan bahwa sebagai anggota keluarga besar Kemenag, ASN Kemenag di NTT merasa bangga  atas prestasi Kemenag yang terus membaik. Sebagai warga Kemenag, lanjut Sarman, aparatur merasa gembira dan tersanjung ketika Bapak Menteri dinilai sebagai menteri berkinerja baik dan tidak punya raport merah. “Dalam upaya mewujudkan revolusi mental, kami butuh tokoh yang tidak hanya bisa menjadi contoh, tapi juga memotivasi dan menggerakan, dan Bapak Menag sudah menunjukan itu,” tandasnya. (mkd/mkd)



Source link : Kementerian Agama RI

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 149
  • 429
  • 3.278
  • 24.670
  • 502.285
  • 1.282.799
  • 13