Peringatan Maulid Nabi SAW ala FOKMA Perak, Malaysia

Peringatan Maulid Nabi SAW ala FOKMA Perak, Malaysia


Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Peringatan maulid Nabi FOKMA Perak cabang kilang FINISAR, Kamis (24/12/15). (YY Farikha)
Peringatan maulid Nabi FOKMA Perak cabang kilang FINISAR, Kamis (24/12/15). (YY Farikha)

dakwatuna.com – Siang itu suasana khusyuk tampak terlihat di mushala asrama pekerja elektronik FINISAR, Perak, Malaysia. Dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi SAW, FOKMA Perak cabang kilang FINISAR mengadakan kajian Maulid Nabi yang bertepatan pada hari kamis 24 Desember 2015.

Dalam kesempatan itu, hadir sebagai pemateri adalah DR Usman Jakfar yg juga  merupakan dekan di kampus Mediu (Al Madina International University) di Shah Alam, Malaysia.  Adapun peserta yg hadir dalam kajian tersebut berjumlah 50 orang.

Dalam taujih yang disampaikan,DR Usman menjelaskan tentang kelahiran nabi Muhammad SAW dan juga mengajak untuk meneladani akhlaq rasulullah SAW.

Menurut beliau,berdasarkan kajian sirah, Rasulullah SAW lahir dengan segala karunia dan keindahan. Dari segi nama, Rasulullah adalah orang pertama yang diberi nama Muhammad, nama yang indah. Dari segi kelahiran, nabi SAW lahir pada bulan Rabiulawal. Rabi yang berarti musim semi, awal yang berarti pertama, di bulan dimana bunga-bunga mulai bersemi. Dari segi tahun, rasulullah lahir di tahun gajah yang terjadi 6 bulan sebelum beliau lahir. Pada waktu itu tentara bergajah yang datang dari Yaman yang beragama nasrani menyerang dan ingin menghancurkan Kabah. Sedangkan saat itu di Mekah penduduknya adalah musyrik menyembah berhala. Kemudian Allah memenangkan dengan mengirim burung Ababil.

Rasulullah SAW juga dipilih dari keturunan terbaik yaitu dari keturunan nabi Ibrahim as, nabi  Ismail as, nabi Adnan kemudian dari bani Hasyim. Dimana kakeknya adalah Abdul Muthalib serta Abdullah dan Siti Aminah sebagai orang tua rasulullah SAW.

Sebagaimana tertulis dalam al Quran bahwa Nabi SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka kita sebagai umatnya sudah seharusnya selalu meneladani akhlaq-akhlaq beliau. Diantara akhlaq beliau adalah sederhana, berkasih sayang, tidak mudah marah, murah senyum, jujur, wibawa dan cerdas.

Pemateri menambahkan bahwa akhlak yang baik ternyata dapat dibentuk secara tiga hal yaitu dari sejak lahir, dibiasakan dan juga dengan banyak ibadah.

Dalam kajian tersebut beliau juga memberikan tips tentang cara untuk memperbaiki dan meneladani akhlak. Pertama, mengetahui dan memahami fadilah atau keutamaan akhlak yang baik. Kedua, mengontrol apa yang kita lihat dan yang kita dengar. Ketiga, melakukan penghayatan.

Sebagai penutup, beliau berpesan agar seorang muslim apapun profesinya harus memiliki semangat untuk terus belajar dan jangan pernah berhenti. Dan selama melakukan kajian, kita harus sesuai dengan dalil-dalil yang benar agar tidak menimbulkan kebingungan.
Ala kulli hal,semoga moment Maulid Nabi SAW menumbuhkan kembali semangat untuk senantiasa meneladani akhlaq rasulullah SAW dimanapun kita berada.wallahualam bishowab.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:

Loading…
YY Farikha

muslimah yang saat ini tinggal di Malaysia, suka berdakwah, belajar,berpetualang n berbisnis



Source link : dakwatuna.com

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 550
  • 1.455
  • 5.499
  • 36.537
  • 505.592
  • 1.263.628
  • 27