Menag Hadiri Perayaan Natal Nasional di Kupang

Menag Hadiri Perayaan Natal Nasional di Kupang



Kupang (Pinmas) —- Menag Lukman Hakim Saifuddin akan menghadiri Perayaan Natal nasional yang dilaksanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, hari ini, Senin (28/12). Menag dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang pukul 12.40 WITA.

Perayaan Natal nasional di Kupang ini akan dihadiri oleh Presiden Jokowi. “Menag dijadwalkan akan menyambut kehadiran Presiden di Rumah Jabatan Gubernur NTT pukul 13.30 WITA,” demikian penjelasan Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marselinus  saat ditemui di ruang VIP Bandara El Tari Kupang.

Perayaan Natal nasional akan dilaksanakan di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur. Acara dijadwalkan akan dimulai pukul 14.00 WITA. Sebelumnya, ribuan umat Kristiani sudah menyelenggarakan proses ibadah sejak pukul 11.00 WITA. Selain menghadiri Natal nasional, Menag juga dijadwalkan akan memberikan pembinaan kepada aparatur Kanwil Kemenag NTT pada senin malam.

Pesan Natal Nasional tahun ini mengangkat tema “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah”.  Sebelumnya, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam jumpa pers usai misa Natal di Gereja Katedral, Jl Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (25/10) mengatakan pesan ini mengusung 4 pesan. Pertama hidup di tengah keluarga masing-masing yakni menjadikan keluarga sebagai sekolah kemanusiaan yang utama dan pertama. Selain sekolah kemanusiaan juga sekolah iman.

“Walaupun berbeda-beda dalam satu keluarga kita harus mengembangkan iman di keluarga kita,” ucap Suharyo.

Kedua, hidup bersama sebagai sebuah bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam dengan latar belakang suku agama, budaya yang berbeda beda. Leluhur bangsa Indonesia telah membuat sumpah satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, bukan satu agama. Untuk itu, menjadi keharusan bagi segenap rakyat Indonesia untuk membangun bersama negeri ini  agar ke depannya semakin siap untuk berdampingan dengan saudara yang berbeda bangsa.

Ketiga, kembangkan semangat ugahari (kesahajaan). Menurut Suharyo, semangat Ugahari mengharuskan sikap rela berbagi agar jurang antara si kaya dan si miskin bisa diperkecil. Pesan keempat untuk umat manusia yang tinggal di satu bumi. Dikatakan Suharyo, kondisi bumi yang semakin rusak dan tidak teratur menuntut manusia untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga keutuhannya. (mkd/mkd)



Source link : Kementerian Agama RI

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 550
  • 1.455
  • 5.499
  • 36.537
  • 505.592
  • 1.263.628
  • 18