Manusia Khilaf dan Pertanyaan yang Tak Terjawab

Manusia Khilaf dan Pertanyaan yang Tak Terjawab


Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi - (http://theqnote.com)
ilustrasi – (http://theqnote.com)

dakwatuna.com – Pada pagi yang kesekian, manusia mana pun akan mengalami hal di mana ia ingin melakukan sesuatu. Padahal ia tahu bahwa sesuatu yang ia ingin lakukan kurang baik akibatnya. Sesuatu itu biasa disebut dengan perbuatan khilaf. Perbuatan khilaf ini banyak macamnya, dari yang kecil sampai yang besar. Pagi hari adalah waktu di mana kegiatan harian direncanakan. Pagi juga adalah waktu di mana matahari sedang ramah-ramahnya. Akan tetapi, manusia banyak khilafnya. Tidak semua rencana yang disusun itu baik akibatnya. Maka, kita sebagai pemuda Islam sebaiknya berusaha membuang jauh-jauh rencana yang tidak baik pada pagi hari. Sehingga, hari-hari kita selalu diwarnai dengan perbuatan yang baik.

Dengan kondisi dunia saat ini, kita akan sepakat bahwa umat Islam semakin dimudahkan dalam bermaksiat dan berbuat dosa. Alat komunikasi begitu memudahkan kita untuk menghubungi siapa saja dan di mana saja. Perbuatan khilaf akan semakin mudah dilakukan oleh para laki-laki. Ini bukan karena penulis terpengaruh oleh statement yang menyatakan bahwa laki-laki selalu salah dan wanita selalu benar, sama sekali tidak. Tapi memang sulit sekali menghindari kenyataan bahwa kejahatan dan kenakalan memang seringkali dilakukan oleh kaum adam. Penjelajahan dalam alat komunikasi merambah media sosial. Facebook adalah media sosial yang paling populer, paling mudah digunakan. Penulis tidak ingin membahas media sosial lainnya karena kurang populer bagi penulis. Di Facebook itu, sangat Astaghfirullahal’adzim. Tetapi di sana juga kita bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat. Mulai dari kajian, acara seminar, beasiswa dan informasi terkini tentunya. Bagi orang yang sudah terlampau biasa menggunakannya, akan sulit untuk meninggalkannya. Ia melihat banyak yang ia dapatkan dari dunia yang hanya selebar layar smartphonenya itu.

Facebook bisa disebut sebagai salah satu biang kerok kemaksiatan hari ini. Bagi yang membukanya setiap hari, ia selalu berinteraksi dengannya. Sangat sulit untuk menahan diri dari me-like, mengkomentari, meng-inbox atau sekedar melihat dinding. Bahkan melihat foto-foto akhwat. Ini berbahaya, terutama yang masih belum menikah.

Fenomena inbox Facebook, sudah menjadi rahasia umum bagi laki-laki dan perempuan muda. Baik yang belum paham maupun yang sudah paham batasan-batasan. Baik yang panggilannya akh-ukh seperti keselek sukro kata teman saya, maupun yang panggilannya tidak seperti itu. Mari kita lihat, yang paham akan batasan-batasan itu pun kadang kala terjebak pada perbuatan khilaf. Itulah, iman memang kadang naik dan seringkali turun. Di akhir zaman seperti saat ini, cepat sekali iman itu berubah. Pagi ia beriman, sore sudah kafir. Malam beriman, siangnya sudah bermaksiat.

Bagi laki-laki, ia seringkali tertarik dengan perempuan berhijab sempurna dalam foto yang muncul di beranda Facebooknya. Mula-mula ia hanya kagum, ia masih bisa menahan diri untuk tidak menjalin komunikasi melalui inbox. Suatu malam ia membaca status-status perempuan itu begitu menggugah hatinya. Kata-kata nasihat yang bermanfaat, gumamnya. Ia masih bisa menahan diri. Tetapi pada suatu pagi yang kesekian, siang ataupun malam ketika ada kesempatan, ia menyapa dan berharap dengan sapaan itu ia dapat menjalin ukhuwah, atau kalau mungkin bisa mengkhitbahnya. Ini seringkali melanda para laki-laki atau pemuda. Keinginan itu manusiawi, tetapi pada akhirnya seringkali hal itu menjebaknya pada perbuatan khilaf selanjutnya.

Baiklah, sampai disitu saja kita membahas perbuatan khilaf itu. Kita cukup beristighfar memohon ampun dan menghindari hal-hal semacam itu.

Di lain pihak, yaitu perempuan yang berhijab sempurna yang dikirimi sapaan itu enggan menanggapi. Awalnya menanggapi hanya sekedarnya, tetapi akhirnya enggan juga. Ini bagus, saya katakan. Agar pemuda itu mau introspeksi diri bahwa hal itu tidak baik dan menyadari perbuatan khilafnya. Pertanyaan-pertanyaan pemuda itu tak terjawab. Sudahlah wahai pemuda, masih banyak buku yang belum selesai engkau baca. Ia berjejer rapi pada rak menanti gilirannya. Janganlah kau habiskan waktumu untuk hal yang khilaf itu.

Persiapkan saja dirimu untuk menuntut ilmu, bekerja untuk nafkah yang halal dan berkah. Pada diri perempuan itu jangan kau menaruh perasaan apa pun jua. Ingatlah pesan Nabi ﷺ, “Cobaan pemuda Islam yang paling berat adalah perempuan. Banyak pemuda yang mudah menghadapi cobaan ini, tetapi banyak pula yang jatuh pada cobaan ini. Manusia akan mendapat cobaan pada titik lemahnya. Ada yang lemah pada harta, jabatan dan wanita.”

Sebisa mungkin kita tidak lagi menggunakan Facebook, sekedarnya saja. Demi untuk menghindari fitnah-fitnah itu, menghindari perbuatan khilaf. Demi untuk tidak menjadi manusia khilaf yang jatuh pada inbox Facebook. Dan untuk para perempuan, maafkanlah para laki-laki yang menyapamu. Karena ia sedang khilaf. Untuk manusia khilaf itu, biarlah sapaan dan pertanyaan itu tak perlu engkau jawab. Dengan begitu, ia akan sadar dan menghilang. Biarlah seorang manusia khilaf itu menghilang, hilang dengan pertanyaannya yang tak terjawab.

Wallahu A’lam bish-Shawab..

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:

Loading…
Warsito

Mahasiswa Sistem Informasi STT Terpadu Nurul Fikri. Penggiat Departemen Pendidikan DISC Masjid UI. Tertarik pada teknologi informasi, sejarah, pemikiran, filsafat islam, sastra dan kebudayaan.



Source link : dakwatuna.com

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 190
  • 561
  • 8.137
  • 41.545
  • 502.299
  • 1.260.335
  • 24