Kapolda Metro Tito Karnavian: Gangguan Keamanan Papua Beda dengan Aceh


DMI.OR.ID, JAKARTA – Sebagai negara dengan luas wilayah sangat luas, Indonesia tak lepas dari berbagai persoalan dan konflik, bahkan kelompok separatis. Di masa lalu, ada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini telah melebur dalam NKRI, dan hidup damai.

Namun demikian, percikan konflik masih saja terjadi di provinsi paling timur Indonesia, yakni Papua. Kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok tak dikenal, kerap terjadi. Akhir pekan lalu, tiga aparat polisi meninggal diserang Orang Tak Dikenal (OTK).

Menurut pakar keamanan dan terorisme yang juga Kapolda Metro Jaya, Irjend Pol Muhammad Tito Karnavian, konflik yang terjadi di Papua dan Aceh sangat berbeda. Di matanya, ada perbedaan karakter dan target, serta pengorganisasi di kedua wilayah tersebut.

“Kalau di Aceh, kelompok bersenjata terorganisir dengan rapai, yakni GAM. Dukungan juga kuat. Nah kalau di Papua, memang ada Organisasi Papua Merdeka (OPM). Namun OPM ini kurang solid dan karakter masyarakat di kedua provinsi tersebut,” jelas Tito saat berbincang dengan laman dmi.or.id, Selasa (29/12), di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut mantan Kapolda Papua ini menjelaskan, kekuatan kelompok pengacau keamanan di Papua tidak sekuat kelompok GAM di Aceh masa lalu. Di Papua, kata dia, kelompoknya parsial, terpisah-pisah, selain antar suku yang cenderung memperjuangkan kepentingannya sendiri.

“Di Aceh kepentingan menyatukan mereka, yakni merdeka. Memang itu tidak terjadi karena disepakati perdamaian dengan pemerintah pusat. Papua, antar suku pakai bahasanya sendiri, yang menyatukan hanya bahasa Indonesia untuk komunikasi antar suku,” ujar dia.

Namun demikian, jelas mantan Kadensus 88 ini, gangguan keamanan apapun harus ditindak tuntas. Di Papua, katanya, sering terjadi gangguan keamanan. Ia yakin itu dapat diatasi oleh aparat keamanan. Ia meminta masyarakat agar masalah tersebut dipercayakan pada aparat.

“Kita mampu mengatasi gangguan keamanan, dimanapun di wilayah NKRI ini. Kita berharap dukungan dari masyarakat, dan kami minta masyarakat tidak perlu risau karena aparat sigap,” pungkas dia. (Hery S).



Source link : Dewan Masjid Indonesia

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 550
  • 1.455
  • 5.499
  • 36.537
  • 505.592
  • 1.263.628
  • 28