Hadiri Natal di Kupang, Menag Beri Bantuan 1,8M Gereja di Alor

Hadiri Natal di Kupang, Menag Beri Bantuan 1,8M Gereja di Alor



Kupang (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan bantuan untuk perbaikan gereja yang terkena bencana gempa bumi di Kabupaten Alor. Bantuan sebesar 1,8 miliar ini secara simbolis diserahkan Menag kepada Bupati Alor dalam rangkaian Perayaan Natal Nasional di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (28/12).

Hadir dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo beserta Ibu  Iriana, sejumlah menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI dan Kapolri, beberapa Dubes negara sahabat, Gubernur bersama jajaran Pemprov NTT, ketua PGI dan KWI, Uskup Agung Kupang, serta para  tokoh agama Kristen dan ribuan umat kristiani dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 Skala Richter (SR) mengguncang, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (22/11/2015) dinihari.  Pusat gempa berlokasi di 8,25 Lintang Selatan dan 125,14 Bujur Timur, tepatnya sekitar 48 kilometer barat laut, Kabupaten Alor. Gempa berkekuatan 4,7 SR terjadi di kedalaman 10 kilometer. 

Dalam bulan November 2015 ini, NTT telah diguncang puluhan kali gempa bumi.  Gempa terparah dengan kekuatan magnitudo 6,2 SR, menerjang Kabupaten Alor pada Rabu (4/11/2015) lalu. Sedikitnya ribuan rumah warga dan puluhan fasilitas publik rusak, serta beberapa warga terluka.

Satu Nusa Bangsa

Perayaan Natal tingkat Nasional ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Kupang, NTT.  Tema Natal kali ini adalah “Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah.” Presiden Joko Widodo dalam pesannya mengingatkan ribuan umat Kristiani bahwa  pemahaman tentang keluarga tidak terbatas pada keluarga inti, yaitu: ayah, ibu, dan anak-anak. “Tapi juga keluarga lain dalam kesatuan Bangsa Indonesia dan satu kesatuan umat Tuhan,” terangnya.

Menurut Jokowi, sebagai keluarga, bangsa Indonesia mendiami bumi sebagai rumah bersama. Peristiwa Natal mengingatkan kita untuk hidup sebagai keluarga. “Kita punya tanggung jawab untuk hidup bersama di bumi dengan baik. Saling memberi api dan air, saling tolong-menolong, dan saling gotong royong,” katanya.

“Leluhur sudah membuat sumpah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, bukan satu agama,” tandasnya. (mkd/mkd)



Source link : Kementerian Agama RI

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 149
  • 429
  • 3.278
  • 24.670
  • 502.285
  • 1.282.799
  • 10