4 Pesan Menag saat Penyerahan DIPA Kemenag 2016

4 Pesan Menag saat Penyerahan DIPA Kemenag 2016



Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, berpesan empat hal kepada para Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama Pusat. Menurutnya, menyongsong tahun anggaran 2016,  ada empat hal yang harus diperhatikan oleh para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan para pelaksana program. 

Pertama, pelajari dan telaah kembali DIPA yang ada dengan cermat, agar realisasinya benar-benar sesuai harapan, tujuan dan fokus pada pencapaian kinerja yang ditetapkan. “Kita harus berbesar hati mengakui bahwa ketika menyusun DIPA, tidak seluruhnya sempurna. Karenaya, jika DIPA ini sudah ada ditangan, maka cermati dan pelajari, apakah outcome program yang ingin diwujudkan itu, sudah sesuai dengan fokus pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan atau belum!” kata Menag, Rabu (30/12).

Kedua, cek ulang  detail program, kegiatan, dan anggaran. Cermati progam yang benar dan tidak benar. Program yang tidak efektifi dan memboroskan keuangan Negara agar direvisi. “Pastikan betul, anggaran bermanfaat. Cermati setiap progam kegiatan berikut anggarannya  sudah sesuai. Jika tidak efektif, direvisi,” tegasnya.

Ketiga, selesaikan catatan dalam DIPA untuk memastikan program  bisa   dilaksanakan mulai Januari 2016. Jangan mengulang pengalaman, di mana pelaksanaan program menumpuk pada akhir tahun. “APBN menjadi roda penggerak ekonomi yang utama. Karenanya, penyerapan yang lamban akan mengganggu kelancaran perputaran roda dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” imbuh Menag

Keempat,  fokus pada kegiatan prioritas dalam rangka mencapai visi dan misi Presiden serta tugas dan fungsi Kemenag.  Optimalkan pemanfaatan anggaran, terutama yang memiliki nilai tambah besar dan dampak langsung pada masyarakat, seperti pembiayaan pendidikan, bantuan saran ibadah, pelayanan keagamaan, serta pemeliharaan kerukunan umat beragama, dan penyelenggaraan haji.

“Kita dzalim jika kita tidak mampu mengoptimalkan dan memaksimalkan anggaran yang ada. Kita sudah mendapat kepercayaan dari Negara. Kita sudah difasilitasi oleh negara, agar anggaran dari rakyat ini bisa digunakan kepada rakyat yang memerlukannya. Karenanya, kepercayaan dan fasilitas ini, mari kita manfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, sesuai regulasi dan prosedur yang ada tentunya,” tandasnya.

“Eselon I dan II ada, untuk mengatasi berbagai persoalan terkait regulasi dan prosedur. Karenanyalah, Eselon I dan II, diharapkan mampu mengkriet anggaran, agar bisa optimal, efektif dan efisien, hingga sampai di tangan rakyat yang membutuhkan, apa pun kendalanya,” tambahnya.

Menag juga berharap, pada pertengahan tahun, setiap Satker melakukan  evalusi internal. “Ini berguna untuk mengukur, kira-kira setengah tahun ke depan, mampu kah kita melakukan penyerapan anggaran secara maksimal,”  tutur Menag.

Untuk itu, Menag meminta agar pada Januari atau paling lambat awal Februari sudah dilakukan Rakernas guna membahas program strategis yang akan segera dilaksanakan. (g-penk/mkd/mkd)



Source link : Kementerian Agama RI

About

POST YOUR COMMENTS

Pengunjung

  • 0
  • 180
  • 561
  • 8.127
  • 41.535
  • 502.289
  • 1.260.325
  • 84